Nony Azliza Chairunnisya

04 Mei '95 :)

Medan, Sumatera Utara, Indonesia

Kamis, 06 Januari 2011

Awal Tahun yang Pilu Untuk Medan, Sumatra Utara

Kamis, 06 Januari 2011

       Rabu (5/1/2011) malam lalu ternyata tak mampu menampung debit air Sungai Deli. Akibatnya, meski sebagian debit air Sungai Deli bisa dilimpahkan ke Sungai Percut melalui Banjir Kanal Medan, volumenya jauh lebih sedikit dibanding aliran air yang tetap mengalir ke Sungai Deli.
   Banjir kota Medan sejak Rabu hingga Kamis sore ini terjadi akibat luapan beberapa sungai yang mengaliri kota ini, yakni Sungai Deli, Sungai Babura, dan Sungai Belawan. Luapan Sungai Deli yang mengakibatkan banjir paling parah, karena alirannya melintasi sedikitnya sembilan dari 11 kecamatan yang terkena banjir.
Banjir Kanal Medan dibuat untuk mengalirkan sebagian debit air Sungai Deli ketika terjadi banjir ke Sungai Percut. Kapasitas maksimal air yang bisa dialirkan melalui Banjir Kanal Medan mencapai 150 meter kubik per detik.
  Tadi malam (rab, 05 Jan 11) , waktu luapan air Sungai Deli mencapai puncaknya, alirannya mencapai 320 m3/dtk. "Kami hanya bisa mengalirkan 100 m3 ke Sungai Percut," ujar Satuan Kerja Vertikal Non Tertentu Pengelola Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera II Pardomuan Gultom.



Personil TNI, PMI dan tim SAR mengevakuasi warga yang terjebak banjir di dalam rumah akibat jebolnya tanggul perumahan Flamboyan Island di Medan, Sumut, Kamis (6/1/2011). Meluapnya air sungai Belawan yang disebabkan tingginya curah hujan mengakibatkan jebolnya tanggul perumahan Flamboyan Island, sehingga ratusan rumah terendam air dengan ketinggian dua meter.

TIM SAR KEWALAHAN EVAKUASI KORBAN
Metrotvnews.com, Medan: Arus deras banjir masih menggenangi ratusan rumah di Kompleks Flamboyan, Medan Tuntungan, Sumatra Utara, Kamis (6/1). Regu pencari dan penyelamat (SAR) kewalahan mengungsikan warga yang rumahnya tenggelam.
      Hujan deras di sejumlah titik di Medan mengakibatkan volume air di Sungai Babura. Banjir kiriman langsung menyerbu rumah warga Kompleks Flamboyan. Warga limbung juga kesal. Soalnya tim evakuasi lamban membawa mereka. Rumah warga hampir tenggelam.
     Diakui warga memang banjir kiriman sering terjadi. Terlebih kalau hujan mengguyur hulu Sungai Babura di Sibolangit, Deli Serdang. Sampai saat ini Tim SAR berusaha terus mengevakuasi warga.
     " alhamdulillah sampai saat ini, belum ada korban jiwa atas terjadinya banjir bandang ini" kata salah satu tim SAR yang membantu proses evakuasi.

USU PUN TERKENA BANJIR
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN -- Hujan yang mengguyur Kota Medan menyebabkan banjir dibeberapa daerah. Begitu juga dengan kawasan USU yang terkena dampak dari meluapnya air sungai Deli, kamis (6/1/2011).
   Pada Fakultas Hukum USU, hampir seluruh badan jalan tertutup air keruh. Tidak lagi tampak batas antara parit dan badan jalan. Para pengendara mencari jalur alternatif lainnya untuk menghindari jalan yang terendam air.

PMI MELAPORKAN TIDAK ADA KORBAN JIWA

Penanggulangan Bencana Palang Merah Indonesia Sumatera Utara John Purba menyatakan, pihaknya tidak menemukan korban tewas dalam musibah banjir yang merendam ribuan rumah di Kota Medan dan sekitarnya.
"Hingga pukul 12.00 ini kami belum menerima laporan tentang adanya korban yang tewas," kata John di Medan, Kamis (6/1/2011).
Ia menyatakan, PMI Sumut menyebarkan ratusan relawan di berbagai daerah yang mengalami musibah banjir kali ini. Dalam pemantauan terakhir, termasuk laporan dari relawan di lapangan, belum ditemukan korban tewas, baik karena terseret arus air maupun faktor seperti tersengat arus listrik.
Memang, kata John, pihaknya sempat mendengar informasi tentang dua warga yang hanyut di kanal penanggulangan air dan Sungai Deli. Bahkan, lanjutnya, pihaknya mendapatkan informasi dari sebagian masyarakat yang menyebutkan empat warga tewas karena tersengat arus listrik terkait musibah banjir.
Namun, pihaknya tidak dapat memastikan informasi tersebut karena tidak memiliki bukti yang pasti, termasuk menemukan warga yang dikabarkan hanyut itu. "Untuk sementara, itu semua masih sebatas isu," katanya.
Kepala Bagian Operasional Polresta Medan Komisaris Dadi Purba yang berada di lokasi banjir juga mengaku belum mengetahui adanya korban jiwa. Sebelumnya, warga Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan, Maimun, menyebutkan, empat warga di Kelurahan Sei Mati meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik ketika berupaya menyelamatkan diri di lokasi banjir.
Empat warga yang disebutkan meninggal dunia merupakan penduduk Gang Mangga, Kelurahan Sei Mati, yang hanya berjarak sekitar 300 meter dari Lingkungan XVIII Kampung Baru.


   Demikian, sampai saat ini hanya ini berita yang menurutku terpenting, mungkin ini adalah salah satu teguran Allah SWT, kepada kita terutama warga Medan dan sekitarnya untuk lebih bertaqwa kepadanya dan menjauhi semua larangannya.
   Semoga pada tahun yang baru saja dimulai, hanya ini bencana yang terjadi kepada kita bukan hanya Medan, tapi seluruh dunia, amiiinn....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar